Senin, 12 April 2010

Kajian Manuskrip Ilmu Ghaib

Membuka koleksi manuskrip2 ilmu ghaib dan ketika membaca sebuah manuskrip tentang syarh (penjelasan) asma Barhatiyyah, saya sampai kepada satu halaman yang cukup menarik perhatian dan langsung terbesit untuk men-share nya di blog ini, semoga ini bermanfaat: TERJEMAHANNYA:
Dan ketahuilah, bahwa barang siapa yang menghendaki kesuksesan dalam mencapai ilmu Kimiyya(1) atau ilmu yang tersamarkan dari kebanyakan manusia, maka hendaklah ia bersuci dan berpuasa selama 40 hari secara kontinyu dan berbuka-lah dengan makanan dan minuman yang halal.

Dan pada setiap malam harinya, hendaklah ia membaca 'Wassyamsi wadluhaaHaa' (surat as-syams), Surat Al-Layl, Surat Adl-Dluhaa, 'Alam nasyroh'(surat al-insyirah) masing-masing 7 kali.

Juga membaca:
Qulillaahumma maalikal mulki tu'thil mulka man tasyaa’u, wa tanziul mulka mimman tasyaa-u, wa tu'izzu mantasyaa-u, wa tudzillu man tasyaa’u, biyadikal khayr innaka 'alaa kulli syai’in qadiir

Tuulijul layla finnahaari, wa tuulijun nahaara fil layli, wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyi, wa tarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaab
Kemudian ucapkanlah:

Allaahumma inniy as-aluka biqudratika 'alaa kulli syai, wa taskhiiruka likulli syai, yaa ahad, yaa shomad, yaa witr, yaa hayy, yaa qoyyuum... an-tusholliya 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shobihii wa sallam.

wa an-tusakh-khiro-liyal 'ilma alladzii satartahuu 'alaa katsiirin min khalqik, wa akramta bihii katsiiran min 'ibaadik..

wa aghninii bihii 'an man siwaak, fa innaka maalikal mulk.. wa biyadikal maqooliidussamaawaati wal ardl... wa anta 'alaa kulli syai-in qadiir..


keterangan:
1. Kimiyya, merupakan salah satu cabang keilmuan dari White Magic tradisi Arabic. Dalam tradisi arabic magic, ada 2 macam ilmu gaib, yang hitam dan yang putih. Ilmu gaib hitam disebut Sihir (biasanya melibatkan makhluk2 dimensi rendah seperti ifrit, iblis dll), sedangkan Ilmu gaib putih disebut Ruuhaaniyyah (biasanya melibatkan nama-nama suci Tuhan, para malaikat dll).

Didalam khazanah keilmuan arabic magic, terdapat 5 cabang keilmuan penting yang yaitu:
Kimiya, Limiya, Himiya, Simiya, Rimiya.
5 bidang tersebut saling berhubungan satu sama lainnya, Kimiya mengungkap rahasia gaib seluruh benda yang ada dialam semesta ini dan menjelaskan tatacara penggunaannya.. Limiya mengungkap bagaimana menciptakan suatu pola energi tertentu untuk keperluan tertentu melalui penciptaan azimat dll, Himiya mengungkap bagaimana mempengaruhi manusia dan makhluk lain untuk mengikuti kehendak si pengguna, Simiya membahas rahasia gaib dibalik huruf-huruf mistik baik itu dari peradaban kuno maupun peradaban modern yang dapat dipergunakan untuk berbagai hal sesuai kebutuhan baik maupun buruk, sedangkan Rimiyya mengungkap rahasia berkomunikasi dengan makhluk dari dimensi lain dan bagaimana berkerjasama dengan mereka.
kalau kita ambil huruf depan dari masing-masing 5 cabang keilmuan tadi (KLHSR) dan dituliskan kedalam huruf arab, akan membentuk sebuah kalimat: KULLUHU SIRR yang artinya "setiap sesuatu itu bersifat rahasia"
artinya, memang 5 keilmuan inti dari arabic magic ini bersifat rahasia dan tidak banyak diketahui oleh manusia pada umumnya.

copyrighted 2009 @ Y.E.P

Kunci Rapal Mantra


Hakekat Mantra

Sebenarnya mantra tidak punya kekuatan apa-apa. Terbukti bila mantra dibaca oleh orang awam yang tidak mengerti ilmu mantra, maka tidak akan berefek apapun kepada dirinya. Cobalah meminta seorang anak kecil menggenggam gembok lalu suruh membaca mantera Pembuka Gembok tanpa kunci, apakah dijamin bisa terbuka seketika? Atau cobalah baca mantra kebal, kemudian iriskan sebilah pisau ditubuh anda, apakah menjamin badan anda akan kebal? Tentu saja tidak menjamin berhasil! Karena sesungguhnya mantra juga merupakan sebuah doa permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Adapun bila setelah membaca doa atau mantra lalu terjadi kejadian diluar nalar, irasional, kemampuan luar biasa, tentunya semua itu terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Semua buku doa dan zikir pasti memuat mantra. Setiap orang Islam meyakini bahwa ayat suci Al-Quran memang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang beriman (Q.S. Al-Isra:82). Banyak hadist yang menceritakan tentang ayat suci Al-Quran yang berkhasiat sebagai sarana penyembuhan. Misalnya surat Al-Fatihah yang oleh seorang sahabat Nabi, bisa digunakan untuk menyembuhkan orang yang terkena racun ular. Bahkan Ibnul Qayyim, seorang ulama besar, senantiasa menggunakan surat Al-Fatihah untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Meskipun tak satupun orang muslim yang meragukan Al-Fatihah, tapi kenyataannya tidak semua orang bisa mengobati dengan surat Al-Fatihah. Hanya orang yang mengetahui rahasianya, memenuhi syarat dan mendapat pertolongan dari Allah-lah yang bisa mengobati dengan Al-Fatihah.

Walaupun belum bisa menggunakan Al-Fatihah sebagai obat segala penyakit, tapi tak satupun dari umat muslim yang berani meremehkan Al-Fatihah, apalagi mengatakan bahwa Al-Fatihah tidak manjur. Justru mereka menyalahkan diri sendiri karena memang dirinya belum ahli mengobati dengan Al-Fatihah.

Mantra tidaklah sepadan jika disandingkan dengan Al-Fatihah, tapi hendaknya seperti inilah kita menyikapi mantra yang hakikatnya hanya perantara untuk memohon pertolongan Tuhan.

Mantra yang sah

Dipandang dari tujuan permohonan, mantra ada 2 jenis. Pertama, mantra yang sebetulnya adalah doa permohonan kepada Tuhan. Kedua, mantra yang berupa kalimat-kalimat untuk menghadirkan atau meminta bantuan kepada arwah leluhur atau makhluk halus (Jin). Tentu saja mantra jenis kedua ini sebaiknya tidak digunakan karena haram menurut hukum semua agama. Merupakan perbuatan menyekutukan Tuhan (syirik).

Memang tidak dipungkiri bahwa banyak juga lafal mantra yang mengandung kesyirikan, permohonan kepada makhluk halus atau menyekutukan Tuhan. Namun tidak semua mantra seperti itu. Banyak juga mantra yang menyandarkan kekuatan kepada Tuhan. Jelas kalimat dan maknanya. Adapula yang mengandung metafora atau perumpamaan, namun bila mau belajar maka akan dimengerti juga maknanya.

Mensikapi hal ini maka harus bijaksana. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri sangat bijaksana dalam hal ini. Di dalam sebuah hadist Abu Dawud diriwayatkan bahwa ada seorang yang datang kepada Nabi Muhammad saw, dan bertanya: “Pada masa jahiliyah dahulu kami memakai mantra, bagaimanakah itu ya Rasul Allah?” Jawab Nabi: “Bawa kemari mantera kamu itu, kalau tidak ada perkara-perkara syirik didalamnya, maka tidak mengapalah.”

Ini artinya sebelum mengatakan halal-haram, ada baiknya ditelaah terlebih dahulu. Jangan asal “pukul rata”.

Laku Tirakat

Berbagai bentuk laku tirakat dalam Mantra seperti puasa mutih dan lain sebagainya memang tidak ditemukan dalam hadis. Karena ini caranya orang daerah berpuasa. Misalnya di daerah Jawa dikenal puasa Mutih, Patigeni, Ngrowot, Ngasrep dan lain-lain. Mensikapi hal ini juga perlu dikaji dengan bijaksana. Mana yang diperbolehkan mana yang diharamkan.

Perlu diketahui bahwa setiap amal perbuatan yang tidak menyalahi hukum syarak, tidak berlawanan dengan nash (kitab Allah dan Sunnah Rasul), dan tidak mendatangkan akibat buruk, tidaklah termasuk bid’ah. Jadi selama perbuatan tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri, dan bahkan mendatangkan manfaat dalam kehidupan ini, maka ia bukan bid’ah.Mantra tak ubahnya seperti doa-doa khusus. Contoh dalam islam, ada doa-doa yang diajarkan para nabi dan ulama untuk keperluan-keperluan khusus seperti kerezekian, menyembuhkan, menangkal wabah, mengusir jin pengganggu dan sebagainya. Bedanya, mantra yang diajarkan oleh para leluhur lebih mudah dipahami karena menggunakan bahasa daerah setempat dan sedikit bahasa arab. Sedangkan isi dari tujuan mantra tetap memohon kepada Tuhan.Mantra itu bekerja. Hitam atau putih, sama saja.
Memiliki perwatakan dan tugas tertentu di dunia.
Tidak pernah mengingkari, selama tinggal di jiwa yang mengakui.
Ia bersumber dari sebentuk zat yang tidak pernah dapat dimengerti dan mustahil untuk dijelajahi.
Diwariskan turun temurun, awalnya secara lisan kemudian dituliskan.
Dari sebuah zaman, ketika manusia masih menghormati dan bersekutu dengan alam sekitarnya.
Terlahir dari rasa ingin tahu tentang misteri hidup dan asal muasal kehidupan.
Bermula dari sebuah pencarian tentang hakekat ingsun sejati, sedulur sejati, dan sukma sejati.
Diturunkan oleh wahyu sejati dan dititahkan melalui sabda sejati. Ia abadi.
(Ki Agung Pranoto)
.

Hampir setiap Ilmu Spiritual dan ilmu kedigdayaan pasti memiliki Mantra. Bahkan semua doa pasti memuat mantra. Karena Mantra adalah suatu bentuk permohonan. Sebagai sarana permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk bermacam-macam tujuan tertentu dari sang pembacanya.

Mantra berasal dari bahasa Sanskerta yaitu MAN yang artinya PIKIRAN, dan TRA yang berarti PEMBEBASAN. Jadi Mantra adalah kegiatan membebaskan pikiran. Ketika seseorang sedang membaca mantra maka disaat itu juga selain sedang menjalin komunikasi dan permohonan kepada Yang Kuasa, mantra dengan kata yang ber-rima memungkinkan orang yang membaca mantra semakin rileks dan masuk pada keadaan hening, suwung atau trance.

Dari kehendak Yang Maha Kuasa dan keadaan suwung itulah akan terjadi keajaiban-keajaiban suatu mantra.

Jadi Mantra adalah susunan kata yang berunsur puisi (rima dan irama) yang diyakini dapat menghasilkan energi ghaib jika diucapkan oleh orang yang menguasai ilmu mantra. Biasanya diucapkan oleh dukun, pawang, spiritualis, atau orang yang telah mengetahui tatacara dan syarat untuk menggunakan mantra tersebut.

Asal mula mantra umumnya diperoleh dari ilham atau diciptakan oleh seorang dukun atau guru spiritual yang mumpuni. Terlahir dari rasa ingin tahu tentang misteri hidup dan pencarian tentang hakekat kesejatian. Berawal dari keyakinan adanya Yang Maha Kuasa maka lahirlah rapal Mantra sebagai suatu bentuk sarana permohonan.

Ada bermacam-macam bentuk mantra, yaitu mantra suara, mantra gambar (rajah, wafaq dll), Mantra yang dimasukan dalam benda (keris dll), ada mantra yang dirupakan dengan gerak dan ada pula mantra dalam bentuk upacara tertentu.

Istilah Mantra lebih dikenal dalam tradisi Hindu dan Budha disebut Mantra Galib, di Arab disebut Doa atau Ru’yah. DiJawa disebut Donga, Rapal atau Aji-aji. Sebenarnya semua sebutan tersebut memiliki kesamaan makna.

Mantra memang memiliki keunikan dan ciri khas dibanding dengan lafal Doa pada umumnya. Kalimat mantra kaya dengan metafora dengan gaya bahasa yang hiperbola. Sebagian mantra ada yang menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami. Bahkan adakalanya, sang perapal sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang dibacanya. Dia hanya memahami kapan dan bagaimana mantra tersebut dibaca dan untuk apa tujuannya. Hanya orang yang ahli mantra (para pinisepuh mantra) saja yang bisa mengerti bahasa mantra secara sejati.

Sebagian penggunaan mantra juga sangat sakral dan mistis. Mantra tidak boleh diucapkan sembarangan, karena bacaannya dianggap keramat. Misalnya pada Mantra Pengusir Makhluk Halus, para guru melarang untuk membacanya didekat anak kecil dan ibu yang sedang hamil. Karena bisa mempengaruhi kesehatan janin yang sedang dikandungnya.

Mantra bukan hanya sekedar ilmu Sugesti. Atraksi-atraksi supranatural yang sering kita lihat seperti debus, ilmu kekebalan, atau ilmu gendam dan pelet, diakui atau tidak, sungguh-sungguh efek yang dihasilkan dari kekuatan ghaib dari pembacaan mantra. Sugesti hanya bisa mempengaruhi pikiran dan kondisi perasaan, tapi tidak bisa mengubah metabolisme tubuh. Contoh, sugestikan diri anda bahwa api tidak panas dan tidak menghanguskan, kemudian jilatlah dengan lidah sebuah lempengan besi membara dari seorang pande besi. Apa yang terjadi?!

Mantra hanya akan bekerja di tangan orang yang telah menjalani penempaan batin melalui berpuasa, semedhi atau tirakat lainnya. Tanpa dasar itu, alaunan mantra hanya seirama dengan sebuah bacaan sastra. Seolah tidak mengandung apa-apa.

Dari generasi ke generasi mantra diwariskan. Tetap sama baik format maupun bahasanya. Mencari orang yang berniat membaca dan menerapkannya. Menunggu dengan penuh kesabaran dibalik pintu dan jendela. Beredar tanpa kasak kusuk. Dan suatu saat kembali dianut seseorang. Mantra akan selalu abadi.

Kunci Sukses Belajar Ilmu Ghoib

Kunci Sukses Belajar Ilmu Ghoib

PAHAMI 4 PERKARA

Agar suatu kegiatan itu dapat berjalan dengan baik & lancar dan berhasil dengan sukses maka dibutuhkan suatu rencana atau persiapan yang matang. Begitu pula dalam mempelajari ilmu-ilmu hikmah / ilmu keghoiban (Jawa: Ngelmu). Seseorang yang hendak belajar ngelmu tidak boleh tergesa-gesa, supaya tidak terjadi kesimpang siuran (menyimpang/sesat) dan kacau balau (gila). Upaya pertama yang harus dilakukan oleh calon murid adalah kesiapan batin. Dalam hal ini ada baiknya diawali dengan berkonsultasi dengan orang yang telah ahli dalam ilmu gaib dan juga kepada ahli ilmu agama yang diyakininya.

Dalam mempelajari ngelmu dibutuhkan suatu persiapan supaya tahu terapan ilmu batin tersebut. Dengan jalan, memperhatikan dan memahami maknanya. Duduk dengan tenang, penuh kesadaran, pahami apa yang sedang dilakukan. Tentu saja sedang mempersiapkan diri untuk mempelajari suatu ngelmu. Persiapan yang penting untuk belajar ngelmu adalah tahu betul bahwa dirinya telah siap untuk belajar.

Kemudian berkonsentrasi fikiran barulah menelaah fatwa-fatwa ajaran yang tersirat dari ngelmu tersebut. Kalau tidak dapat berkonsentrasi maka akan kacau balaulah akibatnya dan gagallah yang akan didapat. Setelah dapat berkonsentrasi, barulah memulai dengan petunjuk yang utama terdiri dari empat perkara.

Jadi jika disimpulkan syarat keberhasilan bagi yang akan memperdalam suatu ilmu hikmah atau ngelmu adalah sebagai berikut:

  • Sadar,bahwa dirinya akan mempelajari ngelmu mistik (gaib).
  • Konsentrasikan Pikiran,jangan tumpangsuh fikirannya.
  • Faham artian 4 perkara yaitu:
  1. Mantep, artinya mantap dengan penuh keyakinan untuk mempelajari ilmu tersebut.
  2. Temen, artinya tekun atau bersungguh-sungguh
  3. Gelem nglakoni, artinya mau menjalani, walau apapun yang terjadi tetap menghayati ngelmu tersebut.
  4. Ojo gumunan, artinya jangan mudah heran atau terpukau, terpesona, terhadap keajaiban yang ditimbulkan oleh ngelmu.

Karena bila rasa heran itu timbul / muncul, maka proses ngelmu itupun akan berhenti. Dampak dari gumun (heran) itu adalah hancurnya konsentrasi.

Bila terapan ilmu batiniah itu telah dipahami benar maka sudah saatnya untuk memulai. Dengan bermodalkan ketekunan dan sabar maka ngelmu itu akan berhasil dipelajari.

Renungkan dengan kesungguhan hati, untuk merenungi tuntunan ngelmu ini. Pada titik jenuh, maka akan terbukalah keberadaan.


Wejangan : Alm. Ki Hudoyo Doyodipuro
Spiritualis & Ahli Horoskop Jawa

Key White Magic And Black Magic


Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih

Ilmu Hitam jelas berbeda dengan ilmu putih. Ia tidak bisa disekutukan lalu menjadi abu-abu, seperti cat tembok. Antara ilmu hitam dan ilmu putih lebih menyerupai papan catur. Bisa berdampingan tetapi sesungguhnya berlawanan.

Ilmu hitam dan ilmu Putih mempunyai perwatakan yang berbeda. Ilmu hitam cenderung merugikan, sedangkan putih membahagiakan.

Lelaku

Persyaratan ilmu hitam sangat akrab dengan dunia kematian. Untuk mendapatkan kesaktian, seorang pelaku ilmu hitam akan melakukan tapa brata di tempat angker atau kuburan dan bersekutu dengan makhluk gaib sang penunggu tempat angker tersebut.

Para memuja Bethari Durga (Ilmu Leak), konon akan berubah menjadi bola api, dan terbang menembus gelapnya malam untuk mencari mangsa, yaitu berupa darah segar dari tubuh bayi yang baru lahir.

Para pemburu Pesugihan, akan memberikan tumbal nyawa kepada setan yang dimintai kekayaan. Tumbal bisa berupa binatang ternak, atau nyawa manusia.

Seorang pencuri akan mengambil tanah kuburan agar berhasil sukses melakukan pencurian. Tanah kuburan tersebut berfungsi sebagai prasarana ajian sirep. Tuah ajian sirep dapat melelapkan seluruh penghuni rumah, sehingga pencuri bisa bergerak leluasa.

Upacara ritual ilmu hitam biasanya juga diselubungi kengerian sebagaimana persyaratannya. Tidak hanya sekedar doa dan mantra, namun juga harus dilengkapi dengan candu, opium, atau minuman berakhohol tinggi. Tak jarang pula diperlukan kucuran darah manusia. Bisa darahnya sendiri, bisa pula darah orang lain yang jadi korban.

Sungguh berbeda dengan ilmu putih. Ritual dapat dilakukan dimana saja asalkan ditempat yang bersih dan suci. Persyaratannya mudah dicari, seperti air putih, garam, kembang (bunga), wewangian (minyak wangi, dupa, kemenyan) dll. Dan syarat itupun tak mutlak harus ada. Jika punya ya disertakan, kalau tidak ada pun ilmu putih tetap bisa bekerja. Karena intinya terdapat pada rapal mantera, sebagai bentuk permohonan kepada Yang Maha Pencipta. Dalam ilmu putih memang masih menyisakan ruang bagi Tuhan.

Ilmu Hitam Tidak Abadi

Ilmu gendam merupakan bagian kekayaan dari ilmu hitam. Salah satu jenisnya sering dipraktekan dijalanan, dipasar, diterminal atau tempat keramaian lainnya. Ilmu gendam mengacaukan mekanisme kesadaran sang korban. Sehingga korban tidak menolak jika diminta, tidak marah walau ditipu.

Namun ilmu hitam tidak abadi, dalam jangka waktu dan jarak tertentu efeknya akan hilang. Sang korban akan kembali sadar ketika pelaku ilmu gendam telah pergi jauh. Jin yang menempati tubuh sang korban akan “oncat” dari tubuh korban. Untuk kembali mengikuti pemilik ilmu gendam setelah waktu tertentu atau jarak radius tertentu. Ilmu Pelet juga sama seperti ilmu gendam dan sirep.

Ajian sirep Begananda yang diamalkan oleh para pencuri juga begitu. Efek sirepnya hanya bekerja sampai sebelum fajar menyingsing. ”…sakdurunge ana handarageno soko wetan”. Sebelum ada Matahari (terbit) dari timur. Perhatikan juga rapal Mantera Ajian Sirep Megananda ini: “…aja tangi yen durung ana geni saka langit pitu,” Jangan bangun sebelum ada api dari langit tujuh (matahari).

Ilmu santet dan tenung, akan berakhir ketika setan yang menempati tubuh sang korban, telah pergi (balik) atau telah dibinasakan.

Karakter ilmu dan Manusia

Ilmu kebathinan (Hitam atau Putih) akan mempengaruhi tingkah laku dan watak seseorang. Karena ilmu juga memiliki perwatakan, bersemayam pada diri manusia dengan perwatakan sama. Perwatakan yang berbeda tidak bisa dipaksakan menempati ruang jiwa yang sama. Artinya seseorang yang berwatak jahat, culas, licik akan bersekutu dengan kekuatan ilmu hitam. Watak kesatria akan memilih aliran putih.

Orang berwatak jahat hanya bisa minta tolong kepada dukun aliran hitam untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. Jika memaksakan diri untuk ditolong oleh dukun aliran putih, niscaya cuma akan memperoleh nasehat-nasehat moral.

Karena pemilik ilmu putih cenderung berkata jujur, pembela kebenaran yang sejati, tidak mau menyimpang dari jalan kebenaran dan menempuh cara-cara yang sesuai dengan kebenaran dalam mengatasi masalah.

Bila melakukan penyimpangan niscaya ilmu putihnya akan hilang. Atau akan terjadi pertentangan didalam batin yang akan membuat dirinya stress dan akhirnya jadi gila. Tidak akan berakhir sebelum melepas ilmu gaibnya. Saya pribadi pernah mengalaminya. Oleh karena itu saya bisa memetik hikmah dan mengerti.

Mitos orang berilmu hitam tapi berperilaku baik, bakal mengubah ilmunya menjadi putih atau sebaliknya, adalah lelucon ringan di kalangan dunia kebatinan. Rumusan ngawur seperti itu, tidak ada dalam kamus alam ghaib. Hitam tetap hitam. Putih jadi putih.

Definisi GHOIB dan KLENIK


Definisi GHOIB
Kajian Tentang Ilmu Ghoib
Ketika anda akan mempelajari ngelmu tentu syarat utama anda harus percaya dan yakin adanya unsur ghoib. Sesuatu yang tak selalu bisa dijangkau dengan panca indera dan akal, namun nyata adanya. Bahkan terkadang berlawanan dengan teori hukum alam fisik (materi). Ghoib bisa berarti samar = elok, mengungkapkan kejadian, suasana yang tidak bisa diterima oleh nalar. Tidak logis dan rasional. Berbicara tentang hal ghoib seakan-akan berbicara yang mengada-ada. Namun tetap harus dipercayai bahwa ghoib itu ada.
Manusia sendiri merupakan ciptaan yang terdiri dari 2 unsur, salah satunya berunsur ghoib. Yaitu selain jasad (fisik) juga ada Ruh, yang tidak bisa dilihat dengan mata, namun nyata keberadaannya sebagai lambang kehidupan manusia.
Begitu juga dengan malaikat, jin, syetan beserta alam kehidupannya juga masuk dalam kategori ghoib. Adapula hal-hal atau kejadian yang ghoib yaitu kematian, akherat, surga, neraka, pembagian rejeki dan jodoh dsb. Saya tidak mengatakan Tuhan (Alloh swt) itu ghoib, karena tidak ada satupun dalam 99 Asma’-Nya yang menyebutnya Al Ghoib, yang ada hanya Al Batin untuk menggambarkan sifat “keghoibanNya”. Meski manusia berhasil membuka hijab keghoiban, namun bukan berarti bisa mengerti segalanya.
Ini berarti ghoib dibagi menjadi 2 macam. Yaitu:
1. Ghoib Idhofie, yaitu hal-hal atau kejadian yang tidak dapat dimengerti orang awam, tetapi oleh orang-orang tertentu yang telah mengerti rahasianya, seluk-beluknya, hal itu tidak ghoib bagi mereka. Umpamanya seperti kekuatan magnetisme, tenaga Inti / Tenaga Dalam, ilmu-ilmu kanuragan, terawangan (menembus alam Jin) dan lain-lain sebagainya.
2. Ghoib haqiqie, yaitu hal-hal atau kejadian yang tidak diketahui oleh makhluk, baik manusia, malaikat, ataupun Jin, jadi hanya Tuhan saja yang mengetahuinya. Umpamanya seperti kapan hari kiamat tiba, pembagian rejeki, jodoh, ajal, dan rahasia ketuhanan lainnya.
Ghoib Haqiqie inilah yang dimaksud dalam ayat Al-Quran berikut ini:
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghoib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak (pula) sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Makhfuzh)” (QS. Al An’am : 59) Hal ini perlu dipahami agar tidak salah kaprah nantinya dalam mensikapi tentang hal-hal yang ghoib.
Definisi KLENIK
Kajian Tentang Ilmu KlenikSekarang ini kehidupan serba mekanis, rasional, dan disebut sebagai jamannya teknologi. Sehingga rasanya menjadi manusia kuno bila masih mengamalkan doa dan mantra. Dan sebagian orang lainnya menganggap sebagai suatu kemunduran bila masih mengamalkan ilmu-ilmu spiritual, mistik, aji-mantra dan sejenisnya.

Padahal, sesungguhnya apa yang disebut sebagai ilmu-ilmu spiritual, ghoib dan aji mantra tidak akan lekang oleh jaman. Ia abadi sampai kapanpun. Dan mempelajari, memahami hal-hal yang bersifat kerohanian & spiritual tidaklah bermakna klenik.

Orang yang mengatakan klenik itu khan orang yang belum mengerti dan tidak mau belajar” mengutip kata mendiang Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ (Paraspikolog & ahli Horoskop Jawa).

Sebenarnya apakah ilmu klenik itu?

Achmad Chodjim, seorang praktisi spiritual berpendapat, Klenik bukan hasil “othak-athik mathuk” (bukan sesuatu yang dikarang-karang lalu cocok) masuk logika. Sesuai nalar. Klenik tidak demikian! Selama ini, anggapan orang tentang klenik itu salah kaprah. Suatu kesalahan tetapi sudah dianggap sebagai hal yang lazim, yang tidak dipandang salah lagi.

Kata “klenik” ada didalam kultur Jawa, ada didalam bahasa Jawa. Arti yang sebenarnya adalah sesuatu yang tersembunyi. Hal yang dirasahasiakan untuk umum. Dalam kultur Jawa ada ilmu yang disebut ilmu tua. Yaitu, ilmu yang diajarkan kepada mereka yang sudah matang dalam kesadarannya. Hal ini dimaksudkan agar tidak disalahgunakan, atau disalahartikan. Ilmu yang demikian ini adalah klenik.

Tiga Macam Ilmu

Dalam budaya Jawa dikenal ada tiga macam ilmu. Yaitu ilmu katon, ilmu karang, dan ilmu klenik.

Ilmu katon adalah pengetahuan yang diperoleh dari hasil persepsi panca indera. Katon artinya dapat dilihat. Visible. Berbagai macam pengetahuan teknik seperti teknik membuat rumah, teknik bertani, teknik permesinan, teknik kelistrikan, teknik elektronika dan lain-lainnya ada dalam lingkup ilmu katon.

Dalam kategori 3 macam ilmu ini, Ilmu karang termasuk istilah yang kurang beruntung. Kenapa demikian? Karena sebagian orang menganggap bahwa ilmu karang itu tergolong ilmu yang menyesatkan. Pandangan sesat ini terjadi karena ilmu karang dipandang sebagai hasil mengarang saja. Sehingga ilmu sihir, santet dan lain-lainnya itu dimasukan dalam wilayah ilmu karang.

Padahal, ilmu karang itu merupakan hasil karya dari pengarangan. Simbol dan namanya dikarang, karena sebelumnya tidak ada. Contohnya adalah ilmu-ilmu seperti matematika, bahasa, fisika dan lain-lainnya dikategorikan dalam ilmu karang. Simbol tambah (+), simbol kurang (-), bagi, kali dan lain-lainnya yang ada di matematika itu hasil karangan yang akhirnya disepakati oleh pihak-pihak (para ahli) yang berhubungan dengan matematika. Sebelum ada matematika (ilmu hitung, aljabar dan sejenisnya), ya tidak ada lambang-lambangnya. Harus dikarang dulu lambangnya dan disampaikan kepada orang lain.

Lalu apa ilmu klenik itu? Ilmu Klenik adalah Pengetahuan yang menjelaskan hal-hal yang gaib. Hal-hal yang bersifat tersembunyi. Wilayah misteri. Salah satu ilmu atau pengetahuan yang ada diwilayah klenik adalah agama. Banyak hal dalam agama yang tidak dapat diuji kebenarannya (diverifikasi). Kebenarannya hanya bisa dimengerti oleh mereka yang menempuh ilmu makrifat. Bagi orang awam kebenaran agama cukup diyakini. Ini klenik namanya! Namun jangan salah terima, ini tidak berarti agama menyesatkan orang. Tidak demikian. Hal-hal yang bersifat klenik pun dimaksudkan untuk kesejahteraan manusia. Bukan untuk mendorong manusia ke dunia gelap. Banyak orang yang salah anggapan. Klenik disamakan dengan upaya mengarang agar cocok hasilnya.
Orang yang menganggap klenik sebagai “
othak-athik gathuk”, maka ia dapat disamakan dengan Marx yang menganggap agama sebagai candu. Sungguh naif apabila kita tidak memahami suatu ilmu, lalu ilmu itu kita golongkan ke dalam tahayul atau klenik yang selama ini dipahami oleh banyak orang, yaitu “othak-athik gathuk

KAJIAN ILMU GHOIB


MISTERI DUNIA SUPRANATURAL
Ketertarikan seseorang akan sesuatu yang berbau supranatural (ghaib) biasanya dikarenakan ghaib merupakan sesuatu yang menakjubkan, misterius, bikin penasaran, bisa melakukan ini-itu dengan mudah dan lain sebagainya. Sehingga banyak orang yang ingin mengetahui apa itu ghaib hingga mempelajari cara untuk mendayagunakan tenaga ghaib tersebut. Apapun tujuan anda mempelajarinya, kami tidak akan mencampurinya. Semoga saja mempunyai niat yang mulia. Amiin.
Nah, cara untuk mempelajari sesuatu yang ghaib tersebut diistilahkan sebagai Ngelmu. Jadi istilah ngelmu dan ilmu berbeda. Istilah Ilmu digunakan untuk menjelaskan pengetahuan yang bersifat rasional, diterima akal seperti ilmu-ilmu yang dipelajari bangku sekolah.
Sedangkan istilah Nglemu dipakai untuk menjelaskan pengetahuan supranatural dan keghaiban. Dengan kata lain mendalami ngelmu akan syarat dengan nuansa ghaib.
Berdasarkan pengalaman, yang bisa melihat dan menikmati daya kekuatan ghaib itu hanya orang-orang yang mengheningkan cipta (tapa). Menekan hawa nafsu dengan sarana olah batin, bertapa, meditasi, tafakur, olah napas, mengucap mantera, doa, wirid, lelaku, sesirih, puasa dll. Seperti halnya para pendekar, orang sakti dan paranormal bahkan nabi dan rasul. Hanya cara lelaku mereka berbeda-beda.
Dunia supranatural keghaiban tidak bisa ditelusuri hanya dengan bekal membaca atau sekedar mengetahui, namun harus dijalani atau dipraktekan. Orang Jawa mengistilahkan: “Ngelmu iku kelakon kanthi laku“. Artinya keajaiban ilmu supranatural itu dapat terlaksana dengan didasari lelaku (tirakat).
Karena cara mempelajarinya berbeda dengan mempelajari ilmu rasional, tidak berdasarkan kekuatan otot dan otak (olah nalar) namun menggunakan rasa (olah rasa). Maka dunia supranatural sulit ditemukan kebenaran yang sejati. Segalanya masih terselubung misteri. Bersifat ghaib.

Dan akan semakin misterius lagi dengan ulah segolongan orang (paranormal) yang sengaja mengelola isu-isu dan memperalat tahayul-tahayul dan mitos, agar dunia supranatural tetap dalam kondisi misterius dan seolah mengandung keajaiban-keajaiban. Sehingga terkesan anggapan hanya dengan ilmu-ilmu ghaiblah, hanya dukun atau paranormallah, akhir dari segala solusi problematika kehidupan. Semakin banyak orang yang percaya dengan pernak-pernik Rata Tengahmitos dan tahayul itu, berarti semakin leluasa mereka membius para kliennya. Akhirnya semakin banyak keuntungan materi yang mereka dapat.

Sudah menjadi kewajiban bagi orang yang sudah mengerti untuk membimbing orang yang belum mengerti. Bukan malah ditutup-tutupi, direkayasa dan akhirnya dunia supranatural dikomersilkan, jadi komoditas dagang. Membuat dunia supranatural menjadi semakin gelap dan misterius saja.

Maka dari itu, semoga tulisan kami dalam blog ini bisa memperkaya pemahaman anda tentang supranatural dan sebagai bahan acuan untuk membongkar misteri dunia supranatural.