Selasa, 13 Agustus 2013

Petualangan Dengan Kakek Gaib Penunggu Hutan Jati

Kitab Mantra - Cerita ini bermula ketika kami serombongan akan mengadakan perjalanan ziarah di makam leluhur perintis Islam di tanah jawa SUNAN KALI JAGA di Demak bintoro.

Start perjalanan kami dari Kota Surakarta karena kebetulan kami dari Keraton Solo untuk bertemu dengan seorang sahabat kami di sana. melewati salatiga oleh seorang warga agar perjalanan kami lebih dekat kami disarankan untuk melewati desa Beringin tepatnya di selatan Kota Salatiga.


Jam menunjukkan 22.00 WIB kami baru melewati sebuah hutan Letaknya setelah jembatan kali Tuntang, setelah di tanyakan melalui teman Hutan alas Ngombak masuk area wilayah Kabupaten Grobogan.
Jalan menyusuri hutan cukup panjang hingga di tengah-tengah jalan kami dikejutkan oleh seorang kakek yang menghadang jalan, kami mengira dia orang gila yang berkeliaran.
Pakaian yang di kenakan cukup bersih tidak seperti orang gila, dan ada semacam aroma parfum yang di kenakan kakek tersebut, kami berhenti sejenak dan menyapa "Sugeng nddalu mbah.. Wonten nopo..?" (selamat malam ada apa..?) sang kakek hanya menjawab dengan bahasa isyarat yang mengatakan dia ingin menumpang sampai desa sebelah.
kamipun memberi tumpangan yang kebetulan juga bangku bagian belakang masih kosong karena kami hanya berempat saja.

Kamipun melajutkan perjalanan, tak banyak bicara terlihat dari sepion depan kakek itu sibuk membersihkan blangkon yang di pakainya dari debu-debu.
Setelah cukup lama akhirnya kami menjumpai sebuah pemukiman penduduk. tepat pukul 12 malam kami sampai de sebuah desa yang ternyata bernama Desa Kedungjati. Hernan teman kami yang kebetulan sebagai Supir dalam perjalanan kami mencoba bertanya kepada kakek tadi "Mandap Pundi mbbah..?" (Turun mana mbah?) di tengoknya dari kaca sepion depan tidak terlihat sang kakek, di pikirnya kakek ter tidur.. Adi yang duduk tepat di bangku depan kakek tersebut coba menengok ke belakang.." Astagfirlloh.. Ilang Mbah'e..." (kakek hilang) kami semua terkejut, karena tidak mungkin kakek keluar karena semua pintu tertutup rapat. kami semua hanya merinding ternyata kakek tersebut bukan makhuk biasa.

Tanpa pikir panjang kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Demak Bintoro, kira-kira 1 kilometer berjalan kami menjumpai hutan lagi, tepat di depan tanjakan kami dikejutkan ratusan kera yang menghadang jalan... kami semua panik, semua pintu mobil kami kunci rapat-rapat dan mobil kami terus berjalan perlahan-lahan
tiba-tiba juga ada 2 ekor kera yang besar menghapiri pintu dimana Herman duduk, Herman ketakutan sehingga mengganggu konsentrasi dalam menyetir mobil... Mobil sempat oling ke kanan.

Secara tiba-tiba juga semua kera berlarian menjauh termasuk 2 kera besar yang berusaha masuk, setelah semua kera hilang kami di kejutkan lagi seorang kakek yang tadi menumpang kami, terlihat kakek membawa sebatang kayu yang tadi di pake untuk mengusir kera-kera tersebut. Kami berhenti sejenak mengucapkan terima kasih pada kakek " maturnuwun mbah.." (terimakasih kek) sang kakek terdiam dan hanya menunduk sambil menyodorkan selembar Daun Jati, Herman yang duduk di depan menerimanya dan sang kakek mempersilahkan dengan isyarat tangan untuk melanjutkan perjalanan.

karena rasa takut yang masih menyelimuti Herman pun tancap Gas meanjutkan perjalanan.. aneh tapi nyata tanpa kami sadari kami sudah memasuki daerah Demak Bintoro kurang dari 1 menit, padahal jarak yang harusnya di tempuh 20km lebih, bersamaan dengan itu daun yang tadi di berikan kepada Herman juga menghilang entah kemana.

Inilah kisah perjalanan yang di luar nalar manusia dengan campur tangan mahkluk dari Dunia Gaib. ini juga bukti nyata bahwa ada dunia lain yang menjadi tetangga kita, dan ada juga mahkluk dari dunia lain yang membantu dan memperdulikan manusia.

Demikian Cerita kisah perjalanan Misteri kami, setiap perjalanan kami atau ketika kami menjumpai hal-hal yang bersifat Misteri dan Gaib kami akan berbagi disini.
Terimakasih "Mumpung masih di suasana Lebaran" kami keluarga besar Padepokan JATI ROGO menghaturkan Mohon Maaf Lahir dan Batin. Wassalam.....

Senin, 12 Agustus 2013

Ritual Pesugihan Pintu Dhuha

Kitab Mantra - Sebenarnya untuk meraih kekayaan banyak cara yang bisa di tempuh, baik dengan cara yang tidak di benarkan oleh ALLAH maupun cara yang di hallalkan oleh ALLAH.

Berikut saya mencoba membagikan salah satu ritual yang lebih hallal dan di berkati oleh ALLAH SWT dan dapat menjadikan sebuah kekayaan yang abadi dan bermanfaat bagi orang di sekitar kita "Ritual Pesugihan Pintu Dhuha".

Sebeluk saya kupas Ritual ini saya sampaikan 3 kunci yang harus di perhatikan :

1. Niat yang didasari dengan Tulus dan Ikhlas

2. Shodaqoh

3. Ibadah

4. Usaha / Ikhtiar

Ritual Pertama Niat disini adalah sebuah tujuan mencari kekayaan untuk apa?
Dalam niat anda pada hari pertama lakukan mandi keramas dan bacalah Do'a dibawah ini sebanyak 7x


Ritual kedua yang wajib anda lakukan adalah ber Shodaqoh secara ikhlas di tempat yang tepat selama 7 hari berturut-turut tanpa terputus (besaran nominal tidak di tentukan).

Lakukan Ibadah Shalat Dhuha selama 7 hari jangan sampai terlewatkan
Jumlah Rakaat Shalat Dhuha 12 Rakaat

Tata Cara Shalat Dhuha :
Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
Membaca surah Al-Fatihah
Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
Menutup shalat Dhuha dengan berdo'a memohon di limpahkan rezeki yang melimpah ruah dengan bahasa apa aja.

catatan :
>> Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
>> Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.

Ritual Ketiga adalah menjalankan aktifitas usaha atau pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh.
Sebelum berangkat bekerja keluar dari pintu rumah bacalah Basmalah sebanyak 7 x
(Rezeki atau kekayaan akan datang tanpa di duga kepada kita.. Amiiin )
(*catatan : Saat melaksanakan Ritual ini selama 7 hari jangan pernah melakukan dosa besar.)

Demikian Ritual Pesugihan Pintu Dhuha, Semoga bermanfaat bagi kita dan orang-orang di sekitar kita.