Sabtu, 14 September 2013

Do'a Ampuh Mendatangkan Rezeki Dari Langit


Kitab Mantra - Dalam mencari Rezeki di dunia ada ketentuan dan syarat yang harus di lakukan oleh manusia agar rezeki yang di dapatkan bisa maksimal.

Syarat ketentuan :
  1. Niat Mencari Rizki yang Hallal
  2. Ber Do'a
  3. Berusaha (bekerja)
Ada sebuah Do'a yang cukup ampuh yang di ajarkan oleh ulama atau warisan para nabi yang di ambil dari Al-Qur'an dan dilakukan dengan ritual yang berbeda.

Do'a nya :
﴿اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ﴾


Artinya :
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Maidah/5: 114)
Cara Mengamalkannya :
  1. Baca Bismillah 7x ketika hendak berangkat bekerja atau keluar dari pintu utama
  2. Baca Do'a diatas sebanyak 3x masing-masing menghadap ke 4 penjuru arah mata angin (Timur, Selatan, Barat, Utara)
Ket :
Jangan pernah melupakan untuk selalu bersyukur atas setiap limpahan rezeki yang di berikan oleh Allah kepada kita.
Dan kewajiban kita untuk selalu ingat memberikan sebagian rezeki yang kita terima kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita (zakat)

Semoga senantiasa kita semua selalu dilimpahkan rezeki, dan selalu ingat dan dekat kepada sang pencipta..... amiin....................."

Wassalam....................................

Ritual atau Amalan Untuk Memancing Ikan

Kitab Mantra - Memancing adalah salah satu Hoby untuk kalangan para priya, kali ini saya akan membagikan sebuah ritual yang sering kali di pakai leluhur kita terdahulu untuk memancing agar cepat mendatangkan atau mengundang ikan berkumpul di sekitar area.


Ritual yang Harus di lakukan :
  1.  Puasa Mutih 1 hari
  2.  Baca niat puasa (boleh dengan bahasa apapun yang tujuannya untuk mancing ikan)
  3.  Wa-al qoitu alaika mahabatamminni walitusna’a ala aini 100x (amalan ini di baca setiap hari setelah shalat magrib)
  4. Baca Bismillah 100x (ketika hendak memancing dan di tiupkan ke upan)
Demikian tadi sebuah ritual atau amalan warisan leluhur, semoga bermanfaat bagi anda.
Jangan Lupa selalu ingat kepada Sang Pencipta seluruh alam semesta, karena apa yang terjadi pada diri manusia adalah atas kehendakNYA.

Wassalam................

Selasa, 13 Agustus 2013

Petualangan Dengan Kakek Gaib Penunggu Hutan Jati

Kitab Mantra - Cerita ini bermula ketika kami serombongan akan mengadakan perjalanan ziarah di makam leluhur perintis Islam di tanah jawa SUNAN KALI JAGA di Demak bintoro.

Start perjalanan kami dari Kota Surakarta karena kebetulan kami dari Keraton Solo untuk bertemu dengan seorang sahabat kami di sana. melewati salatiga oleh seorang warga agar perjalanan kami lebih dekat kami disarankan untuk melewati desa Beringin tepatnya di selatan Kota Salatiga.


Jam menunjukkan 22.00 WIB kami baru melewati sebuah hutan Letaknya setelah jembatan kali Tuntang, setelah di tanyakan melalui teman Hutan alas Ngombak masuk area wilayah Kabupaten Grobogan.
Jalan menyusuri hutan cukup panjang hingga di tengah-tengah jalan kami dikejutkan oleh seorang kakek yang menghadang jalan, kami mengira dia orang gila yang berkeliaran.
Pakaian yang di kenakan cukup bersih tidak seperti orang gila, dan ada semacam aroma parfum yang di kenakan kakek tersebut, kami berhenti sejenak dan menyapa "Sugeng nddalu mbah.. Wonten nopo..?" (selamat malam ada apa..?) sang kakek hanya menjawab dengan bahasa isyarat yang mengatakan dia ingin menumpang sampai desa sebelah.
kamipun memberi tumpangan yang kebetulan juga bangku bagian belakang masih kosong karena kami hanya berempat saja.

Kamipun melajutkan perjalanan, tak banyak bicara terlihat dari sepion depan kakek itu sibuk membersihkan blangkon yang di pakainya dari debu-debu.
Setelah cukup lama akhirnya kami menjumpai sebuah pemukiman penduduk. tepat pukul 12 malam kami sampai de sebuah desa yang ternyata bernama Desa Kedungjati. Hernan teman kami yang kebetulan sebagai Supir dalam perjalanan kami mencoba bertanya kepada kakek tadi "Mandap Pundi mbbah..?" (Turun mana mbah?) di tengoknya dari kaca sepion depan tidak terlihat sang kakek, di pikirnya kakek ter tidur.. Adi yang duduk tepat di bangku depan kakek tersebut coba menengok ke belakang.." Astagfirlloh.. Ilang Mbah'e..." (kakek hilang) kami semua terkejut, karena tidak mungkin kakek keluar karena semua pintu tertutup rapat. kami semua hanya merinding ternyata kakek tersebut bukan makhuk biasa.

Tanpa pikir panjang kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Demak Bintoro, kira-kira 1 kilometer berjalan kami menjumpai hutan lagi, tepat di depan tanjakan kami dikejutkan ratusan kera yang menghadang jalan... kami semua panik, semua pintu mobil kami kunci rapat-rapat dan mobil kami terus berjalan perlahan-lahan
tiba-tiba juga ada 2 ekor kera yang besar menghapiri pintu dimana Herman duduk, Herman ketakutan sehingga mengganggu konsentrasi dalam menyetir mobil... Mobil sempat oling ke kanan.

Secara tiba-tiba juga semua kera berlarian menjauh termasuk 2 kera besar yang berusaha masuk, setelah semua kera hilang kami di kejutkan lagi seorang kakek yang tadi menumpang kami, terlihat kakek membawa sebatang kayu yang tadi di pake untuk mengusir kera-kera tersebut. Kami berhenti sejenak mengucapkan terima kasih pada kakek " maturnuwun mbah.." (terimakasih kek) sang kakek terdiam dan hanya menunduk sambil menyodorkan selembar Daun Jati, Herman yang duduk di depan menerimanya dan sang kakek mempersilahkan dengan isyarat tangan untuk melanjutkan perjalanan.

karena rasa takut yang masih menyelimuti Herman pun tancap Gas meanjutkan perjalanan.. aneh tapi nyata tanpa kami sadari kami sudah memasuki daerah Demak Bintoro kurang dari 1 menit, padahal jarak yang harusnya di tempuh 20km lebih, bersamaan dengan itu daun yang tadi di berikan kepada Herman juga menghilang entah kemana.

Inilah kisah perjalanan yang di luar nalar manusia dengan campur tangan mahkluk dari Dunia Gaib. ini juga bukti nyata bahwa ada dunia lain yang menjadi tetangga kita, dan ada juga mahkluk dari dunia lain yang membantu dan memperdulikan manusia.

Demikian Cerita kisah perjalanan Misteri kami, setiap perjalanan kami atau ketika kami menjumpai hal-hal yang bersifat Misteri dan Gaib kami akan berbagi disini.
Terimakasih "Mumpung masih di suasana Lebaran" kami keluarga besar Padepokan JATI ROGO menghaturkan Mohon Maaf Lahir dan Batin. Wassalam.....

Senin, 12 Agustus 2013

Ritual Pesugihan Pintu Dhuha

Kitab Mantra - Sebenarnya untuk meraih kekayaan banyak cara yang bisa di tempuh, baik dengan cara yang tidak di benarkan oleh ALLAH maupun cara yang di hallalkan oleh ALLAH.

Berikut saya mencoba membagikan salah satu ritual yang lebih hallal dan di berkati oleh ALLAH SWT dan dapat menjadikan sebuah kekayaan yang abadi dan bermanfaat bagi orang di sekitar kita "Ritual Pesugihan Pintu Dhuha".

Sebeluk saya kupas Ritual ini saya sampaikan 3 kunci yang harus di perhatikan :

1. Niat yang didasari dengan Tulus dan Ikhlas

2. Shodaqoh

3. Ibadah

4. Usaha / Ikhtiar

Ritual Pertama Niat disini adalah sebuah tujuan mencari kekayaan untuk apa?
Dalam niat anda pada hari pertama lakukan mandi keramas dan bacalah Do'a dibawah ini sebanyak 7x


Ritual kedua yang wajib anda lakukan adalah ber Shodaqoh secara ikhlas di tempat yang tepat selama 7 hari berturut-turut tanpa terputus (besaran nominal tidak di tentukan).

Lakukan Ibadah Shalat Dhuha selama 7 hari jangan sampai terlewatkan
Jumlah Rakaat Shalat Dhuha 12 Rakaat

Tata Cara Shalat Dhuha :
Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
Membaca surah Al-Fatihah
Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
Menutup shalat Dhuha dengan berdo'a memohon di limpahkan rezeki yang melimpah ruah dengan bahasa apa aja.

catatan :
>> Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
>> Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.

Ritual Ketiga adalah menjalankan aktifitas usaha atau pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh.
Sebelum berangkat bekerja keluar dari pintu rumah bacalah Basmalah sebanyak 7 x
(Rezeki atau kekayaan akan datang tanpa di duga kepada kita.. Amiiin )
(*catatan : Saat melaksanakan Ritual ini selama 7 hari jangan pernah melakukan dosa besar.)

Demikian Ritual Pesugihan Pintu Dhuha, Semoga bermanfaat bagi kita dan orang-orang di sekitar kita.

Senin, 08 Juli 2013

Ritual Dagangan Laris


Kitab Mantra - Semua pedagang menginginkan dagangannya laris manis, tapi terkadang dagangan yang di jajakannya tidak kunjung terjual.

banyak sekali penyebabnya bahkan tanpa kita sadari ada faktor x yang menjadikan kondisi menjadi sulit, tugas manusia hanya ber do,a dan berusaha. Kali ini saya akan membagikan sebuah Ritual kecil dengan manfaat Besar yang insyaAllah jika Tuhan mengijinkan dibukakan semua pintu Rezeki dari segala arah penjuru dunia.

Berikut Ritual Dagangan Laris

1.  Sebelum berangkat berdagang atau sebelum buka toko, warung dan lain-lain baca syahadat 18 (delapan belas) kali dengan menghadap :
a.  Ke barat 3 kali;
a.      Ke Selatan 3 kali;
b.      Ke Timur 3 kali;
c.      Ke Utara 3 kali;
d.      Kembali hadap ke Barat, sambil lihat bawah 3 kali;
e.      Ke atas 3 kali.
2.  Pastikan sebelum baca syahadat anda sudah ber wudhu, dan bacaan syahadatnya adalah :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّد رَسُوْلُ الله
3.      Lakukan amalan ini terus-menerus insya Allah banyak pembelinya.

Allah memberikan Rezeki manusia di mana-mana dan tak terduga, Jangan patah semangat terus berusaha, karena Allah sayang pada hambanya yang mau berusaha.

Ritual Pesugiahan Malaikat Jibril

Kitab Mantra - Pesugihan sudah dikenal luas dikalangan masyarakat terutama masyarakat Jawa karena istilah pesugiahan berasal dari bahasa Jawa. Adapun yang dimaksud dengan pesugihan yaitu berusaha mendapatkan kekayaan yang melimpah ruah dengan usaha kecil tanpa bersusah payah, tanpa kerja keras melainkan dengan cara melakukan ritual-ritual tertentu.

Ada banyak sekali Ritual yang di wariskan oleh nenek moyang kita, baik  Ritual Pesugihan Hitam atau Ritual Pesugihan Putih. Berikut ini Salah satu Ritual Pesugihan Putih dalam artian tidak bersekutu dengan Setan, Jin atau mahkluk gaib lainnya.
DENGAN PERANTARAAN MALAIKAT JIBRIL
1.      Puasa Mutih 3 (tiga) hari Selasa, Rabu dan Kamis;
2.     Malam Rabu, malam Kamis dan malam Jum'at setelah tengah malam bangun dan ambil wudhu yang sempurna lalu sholat hajat 2 rokaat;
3.    Setelah salam sebelum pindah dari tempatnya dan sebelum berbicara dengan siapapun baca surat Al-Ikhlas 1000 (seribu) kali dan baca do'a di bawah ini 1000 (seribu) kali;
فَيَارَبِّى بِاْلاِخْلاَصِ خَلِّصْ قُلُوْبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالْعِصْيَانِ حَقًّا تَخَلَّصَتْ
4.   Malam Jum'at insya Allah ada malaikat datang dan bertanya apa maksudnya? Harus dijawab dengan tegas.
5.     Bagi yang mengamalkan khodam malaikat harus selalu suci pakaian dan badannya dan harus selalu memakai minyak wangi.

Ini adalah sebuah ritual saja, dan yang menyempurnakan sebuah usaha manusia adalah Allah SWT semata dengan dasar Keyakinan yang seyakin-yakinnya.


Rabu, 03 Juli 2013

Ritual Bancakan Selapanan Bayi




Kitab Mantra - Melestarikan Budaya warisan leluhur adalah baik seperti Ritual Bancakan Selapanan Bayi  adalah bukti rasa syukur kita terhadap TUHAN YME yang telah melimpahkan berkah dan rezeki kepada kita.

Dalam tradisi Jawa dikenal acara SELAPANAN atau selamatan bayi pada usia yang ke 35 (selapan) hari. Pada hari ke 35 bayi ulang weton yang pertama. Adapun selamatan menggunakan ubo rampe atau syarat-syarat perlengkapannya yang terdiri sebagai berikut :
  1. Tumpeng weton
  2. Sayur 7 macam bebas memilih apa saja namun harus ada kangkung dan kacang panjangnya. Semua sayur direbus, dan boleh dipotong-potong KECUALI ; kangkung dan kacang panjang
  3. Telor ayam direbus sebanyak 7 atau 11 atau 17 butir. Dikupas kulitnya, lalu disajikan utuh atau dibelah dua atau empat tidak masalah
  4. Cabai, bawang merah
  5. Bumbu gudangan/urap TIDAK PEDAS, bahannya ; kelapa agak muda (kemelas) diparut disertai bumbu-bumbu ; sereh, daun jeruk purut, tumbar, salam, laos, gula jawa, garam, bawang merah (agak banyak), bawang putih (sedikit).
  6. Kalo/saringan santan dari bambu (lihat dalam gambar)
  7. Buah-buahan sebanyak 7 macam ; harus dengan pisang raja
  8. Kembang setaman
  9. Bubur 7 rupa ; bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam secukupnya)
  10. Kembang setaman (mawar putih dan merah, kanthil, melati, kenanga).


Persiapan Tumpeng

Rangkaian Tumpeng Sudah Jadi di letakkan di dalam Kalo, Bagian bawah kalo diganjal cobek

7 macam buah-buahan

Sayur-sayuran dan bumbu

Bubur 7 macam, enam macam kombinasi plus satu bubur baro-baro

Bubur baro-baro; bubur putih/gurih di atasnya ditaruh parutan kelapa dan gula jawa


Kembang Setaman

Selamatan weton bayi (selapanan/35 hari) ini berbeda dengan selamatan weton untuk yang sudah dewasa yakni; bumbu gudangan tidak pedas, tidak menggunakan jajan pasar, dan kacang tanah serta ketela.

Tumpeng weton dan seluruh uborampenya hendaknya diletakkan di kamar/ di atas tempat tidur yg dibancaki weton. Setelah itu di haturkan/didoakan, barulah boleh dimakan bersama-sama.

Tatacara menghaturkan atau doanya :

Sebelum dimakan hendaknya dihaturkan terlebih dahulu. Pada intinya bancakan dihaturkan untuk keselamatan si jabang bayi, mohon keselamatan kepada Tuhan YME, dan kepada yang “momong“, serta kepada para leluhur yang menurunkan agar selalu membimbing dan mengasuh.

Sebaiknya Bacaan Do,a dilakukan Oleh Kiyai atau Ustazd

Bancakan hendaknya dimakan sebanyak minimal 7 orang, jika mungkin semakin banyak akan lebih baik lagi misalnya 11 orang atau 17 orang. Jumlah 7 artinya pitu, yakni agar mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan YME. Jumlah 11 artinya sewelas, yakni agar mendapatkan kawelasan atau belas kasih Tuhan YME. Jumlah 17 artinya pitulas, yakni agar mendapatkan pitulungan dan kawelasan dari Tuhan YME.

*Semoga Bermanfaat dan Anak anda menjadi anak yang berguna bagi Orang Tua, Agama dan Bangsa.