Senin, 08 Juli 2013

Ritual Dagangan Laris


Kitab Mantra - Semua pedagang menginginkan dagangannya laris manis, tapi terkadang dagangan yang di jajakannya tidak kunjung terjual.

banyak sekali penyebabnya bahkan tanpa kita sadari ada faktor x yang menjadikan kondisi menjadi sulit, tugas manusia hanya ber do,a dan berusaha. Kali ini saya akan membagikan sebuah Ritual kecil dengan manfaat Besar yang insyaAllah jika Tuhan mengijinkan dibukakan semua pintu Rezeki dari segala arah penjuru dunia.

Berikut Ritual Dagangan Laris

1.  Sebelum berangkat berdagang atau sebelum buka toko, warung dan lain-lain baca syahadat 18 (delapan belas) kali dengan menghadap :
a.  Ke barat 3 kali;
a.      Ke Selatan 3 kali;
b.      Ke Timur 3 kali;
c.      Ke Utara 3 kali;
d.      Kembali hadap ke Barat, sambil lihat bawah 3 kali;
e.      Ke atas 3 kali.
2.  Pastikan sebelum baca syahadat anda sudah ber wudhu, dan bacaan syahadatnya adalah :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّد رَسُوْلُ الله
3.      Lakukan amalan ini terus-menerus insya Allah banyak pembelinya.

Allah memberikan Rezeki manusia di mana-mana dan tak terduga, Jangan patah semangat terus berusaha, karena Allah sayang pada hambanya yang mau berusaha.

Ritual Pesugiahan Malaikat Jibril

Kitab Mantra - Pesugihan sudah dikenal luas dikalangan masyarakat terutama masyarakat Jawa karena istilah pesugiahan berasal dari bahasa Jawa. Adapun yang dimaksud dengan pesugihan yaitu berusaha mendapatkan kekayaan yang melimpah ruah dengan usaha kecil tanpa bersusah payah, tanpa kerja keras melainkan dengan cara melakukan ritual-ritual tertentu.

Ada banyak sekali Ritual yang di wariskan oleh nenek moyang kita, baik  Ritual Pesugihan Hitam atau Ritual Pesugihan Putih. Berikut ini Salah satu Ritual Pesugihan Putih dalam artian tidak bersekutu dengan Setan, Jin atau mahkluk gaib lainnya.
DENGAN PERANTARAAN MALAIKAT JIBRIL
1.      Puasa Mutih 3 (tiga) hari Selasa, Rabu dan Kamis;
2.     Malam Rabu, malam Kamis dan malam Jum'at setelah tengah malam bangun dan ambil wudhu yang sempurna lalu sholat hajat 2 rokaat;
3.    Setelah salam sebelum pindah dari tempatnya dan sebelum berbicara dengan siapapun baca surat Al-Ikhlas 1000 (seribu) kali dan baca do'a di bawah ini 1000 (seribu) kali;
فَيَارَبِّى بِاْلاِخْلاَصِ خَلِّصْ قُلُوْبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالْعِصْيَانِ حَقًّا تَخَلَّصَتْ
4.   Malam Jum'at insya Allah ada malaikat datang dan bertanya apa maksudnya? Harus dijawab dengan tegas.
5.     Bagi yang mengamalkan khodam malaikat harus selalu suci pakaian dan badannya dan harus selalu memakai minyak wangi.

Ini adalah sebuah ritual saja, dan yang menyempurnakan sebuah usaha manusia adalah Allah SWT semata dengan dasar Keyakinan yang seyakin-yakinnya.


Rabu, 03 Juli 2013

Ritual Bancakan Selapanan Bayi




Kitab Mantra - Melestarikan Budaya warisan leluhur adalah baik seperti Ritual Bancakan Selapanan Bayi  adalah bukti rasa syukur kita terhadap TUHAN YME yang telah melimpahkan berkah dan rezeki kepada kita.

Dalam tradisi Jawa dikenal acara SELAPANAN atau selamatan bayi pada usia yang ke 35 (selapan) hari. Pada hari ke 35 bayi ulang weton yang pertama. Adapun selamatan menggunakan ubo rampe atau syarat-syarat perlengkapannya yang terdiri sebagai berikut :
  1. Tumpeng weton
  2. Sayur 7 macam bebas memilih apa saja namun harus ada kangkung dan kacang panjangnya. Semua sayur direbus, dan boleh dipotong-potong KECUALI ; kangkung dan kacang panjang
  3. Telor ayam direbus sebanyak 7 atau 11 atau 17 butir. Dikupas kulitnya, lalu disajikan utuh atau dibelah dua atau empat tidak masalah
  4. Cabai, bawang merah
  5. Bumbu gudangan/urap TIDAK PEDAS, bahannya ; kelapa agak muda (kemelas) diparut disertai bumbu-bumbu ; sereh, daun jeruk purut, tumbar, salam, laos, gula jawa, garam, bawang merah (agak banyak), bawang putih (sedikit).
  6. Kalo/saringan santan dari bambu (lihat dalam gambar)
  7. Buah-buahan sebanyak 7 macam ; harus dengan pisang raja
  8. Kembang setaman
  9. Bubur 7 rupa ; bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam secukupnya)
  10. Kembang setaman (mawar putih dan merah, kanthil, melati, kenanga).


Persiapan Tumpeng

Rangkaian Tumpeng Sudah Jadi di letakkan di dalam Kalo, Bagian bawah kalo diganjal cobek

7 macam buah-buahan

Sayur-sayuran dan bumbu

Bubur 7 macam, enam macam kombinasi plus satu bubur baro-baro

Bubur baro-baro; bubur putih/gurih di atasnya ditaruh parutan kelapa dan gula jawa


Kembang Setaman

Selamatan weton bayi (selapanan/35 hari) ini berbeda dengan selamatan weton untuk yang sudah dewasa yakni; bumbu gudangan tidak pedas, tidak menggunakan jajan pasar, dan kacang tanah serta ketela.

Tumpeng weton dan seluruh uborampenya hendaknya diletakkan di kamar/ di atas tempat tidur yg dibancaki weton. Setelah itu di haturkan/didoakan, barulah boleh dimakan bersama-sama.

Tatacara menghaturkan atau doanya :

Sebelum dimakan hendaknya dihaturkan terlebih dahulu. Pada intinya bancakan dihaturkan untuk keselamatan si jabang bayi, mohon keselamatan kepada Tuhan YME, dan kepada yang “momong“, serta kepada para leluhur yang menurunkan agar selalu membimbing dan mengasuh.

Sebaiknya Bacaan Do,a dilakukan Oleh Kiyai atau Ustazd

Bancakan hendaknya dimakan sebanyak minimal 7 orang, jika mungkin semakin banyak akan lebih baik lagi misalnya 11 orang atau 17 orang. Jumlah 7 artinya pitu, yakni agar mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan YME. Jumlah 11 artinya sewelas, yakni agar mendapatkan kawelasan atau belas kasih Tuhan YME. Jumlah 17 artinya pitulas, yakni agar mendapatkan pitulungan dan kawelasan dari Tuhan YME.

*Semoga Bermanfaat dan Anak anda menjadi anak yang berguna bagi Orang Tua, Agama dan Bangsa.

Senin, 01 Juli 2013

Ritual Senkolo ( Buang Sial ) Alami

Kitab Mantra - Nasib kurang beruntung adalah hal yang kita tidak inginkan, kadang segala usaha yang kita jalani dengan bersusah payah banyak menemukan kerugian atau kegagalan.apabila anda merasa dalam hidup kurang bergairah mudah terbesit dalam fikiran mudah putus asa, mudah marah dan sumpek serta rejeki sempit dan menjadikan malas beribadah. itu tandanya anda banyak bersarang aura negatif dibadan.untuk mengantisipasi persoalan tersebut baiknya anda buang sengkolo dengan cara islami.semoga dengan pengamalan ini anda terbebas dari ketidak beruntungan nasib tersebut.

Perlu anda ketahui terkadang Ritual atau mempelajari ilmu ghoib bukan aura positif akan tetapi aura negatif yang masuk. Kita sendiri tidak menyadari adanya itu.

Untuk itu marilah kita berusaha berikhtiar berdo’a agar semua hal negatif dalam badan kita bisa netral dan seperti semula.terhindar dari bencana dan kesulitan hidup.dan tentunya hati menjadi tentram damai serta pintu rejeki terbuka kembali.mulai hidup baru dengan kenikmatan yang diberikan Allah yang harus senantiasa kita syukuri .cukup sandang dan pangan serta keluarga sejahtera.

Tata caranya sebagai berikut :

1. anda pergi kelaut yang terdekat diwilayah anda.
2. berwudhu terlebih dahulu
3. berdiri ditempat yang cocok buat kita untuk mandi lengkap.
4. menghadap kiblat lalu anda membaca surah al-al-fatiha 41x selesai itu anda berdo’a kepada Allah supaya dikeluarkan aura negatif semuanya yang selama ini bersarang dibadan anda,diberi perlindungan dan pertolongan Allah keselamatan dari segala bala bencana,terhindar dari nasib sial atau kurang beruntung.dibukakan pintu rejeki dan kecukupan sandang dan pangan.
5. lalu tubuh serta kepala anda masukan semua kedalam air, didalam air tersebut anda membaca ISTIGHFAR semampu anda.lalu keluar dari air anda baca : YAA HAYYU YAA QOYYUM sebanyak mungkin setelah itu masuk lagi kedalam air baca ISTIGHFAR lagi semampunya demikian seterusnya sampai berulang-ulang.kalau bisa diulang 17x.baiknya 41x.
Kerjakan hal tersebut selama 7x dalam 1 bulan. Dalam 1 bulan tersebut anda mengamalkan tiap malam membaca:

SURAH AL-FIIL 77x dan membaca ayat kursi 170x secara rutin waktunya boleh habis sholat isya atau tengah malam.

Segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia adalah kehendak Allah, tetapi kita sebagai manusia sesuatu yang wajib untuk tetap berusaha mendapatkan yang terbaik, hanya kepada NYA kita memohon,